Jalan Panjang Mendidik Anak Bangsa

Surel Cetak PDF

Berawal dari minat dan kecintaan, lalu berlanjut menformat saku idealisme untuk terus berkembang di bidang perpustakaan, dokumentasi dan Kreatifitas. Kampung Buku diharapkan dapat menjadi sarana tempat berkumpulnya komunitas baca di lingkungan masyarakat. Terus membaca dan tetap berkarya.

Dalam sebuah ruangan sederhana penuh koleksi pustaka, nampak sekelompok anak-anak tengah berkumpul.Mereka serius membaca buku. Lainnya, ada juga yang telaten merangkai temali untuk membuat gelang, menggambar tokoh kartun idolanya dengan crayon dan riang bersama dengan mainan edukasinya.

Memang, setiap sore pada akhir pekan, suasana Kampung Buku agak berbeda dari seperti biasanya. Kalau di hari libur, tempat asik ini penuh dengan gerombolan pelajar. Maka tak ayal, Taman baca yang mempunyai koleksi buku sekitar 400 judul ini menjadi sarana favorit mereka untuk menghabiskan waktunya.


Kampung Buku adalah sebuah taman bacaan masyarakat yang menyediakan berbagai bahan bacaan beragam. Mulai dari buku-buku pengetahuan, komik, novel sampai terbitan berkala. Semua pengunjung bebas memanfaatkan semua koleksi yang ada tanpa harus dipungut biaya. Gratis membaca dan bebas memilih buku yang disukai.

Uniknya, di Kamung Buku tidak ada penjaga tetap yang mengawasi sirkulasi peminjaman buku. Soalnya, di sini semua pengunjung adalah penjaga. Mereka yang kerap mampir, sebelumnya ditanamkan rasa memiliki. Jadinya, rasa tanggung jawab untuk merawat buku-buku koleksi yang ada sudah terpatri dalam diri masing-masing pemakai.

Namun demikian, ada beberapa anak yang diberikan tugas khusus untuk memantau kondisi buku-buku agar tetap terawat. Disini, mereka kita beri gelar sebagai ’Pustakawan Cilik’. Tugasnya sederhana, laiknya tugas pustakawan sungguhan di sebuah perpustakaan umum. Mulai dari pencatatan, pencapan, pelabelan sampai penjajaran di rak dilakoninya dengan antusias dan kesungguhan.

Selain buku-buku, di Kampung Buku disediakan juga mainan-mainan tradisional dan edukasi modern yang bermanfaat. Seperti congklak, catur, halma, bola bekel, puzzle, Yoyo dan permainan unik lainnya dari Jepang. Mainan-mainan itu secara tidak langsung dapat menjadi pemicu untuk daya tarik agar anak-anak lebih betah berada di taman bacaan.


Misi Kampung Buku

Kampung Buku memiliki 4 misi. Pertama, Kampung Buku ingin dijadikan wadah interaksi tempat bertemunya para pencinta buku.

Kedua, Kampung Buku dijadikan pusat informasi bagi mereka yang membutuhkan. Para pengunjung atau anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, taman baca bisa dijadikan tempat untuk bertanya.

Ketiga, Kampung Buku dijadikan tempat untuk menumpahkan segala kreatifitas dalam bentuk karya apapun Di sini, nantinya bakat anak-anak akan ditemukan dengan sendirinya. Intinya, bebas berkarya tanpa batas.

Keempat, Kampung Buku juga dijadikan tempat rekreasi yang mendidik. Tidak hanya belajar serius, anak-anak juga pastinya membutuhkan hiburan menyenangkan penuh canda. Setiap akhir bulan di malam minggu, taman baca menggelar nonton bareng. Film-film yang diputar tentu saja pilihan. Temanya lebih banyak pendidikan dan komedi khas anak-anak serta film dokumenter. Selain itu, game-game kelompok serta acara bermain yoyo menjadi hiburan asik lainnya yang mendorong pengunjung untuk sering datang.


Epilog

Membaca itu penting. Karena dari sebuah buku kita bisa mendapatkan wawasan, pengetahuan, ide, pengalaman, informasi penting, keterampilan dan rasa gembira. Mudah-mudahan saja keberadaan Kampung Buku dapat memberikan manfaat dari lingkungan kecil warga perkampungan, lalu kelurahan Cibubur, kota Jakarta dan bangsa kita. Sesuai misinya “Menjadi sarana yang dapat menghibur, mengasuh dan memberi informasi serta tempat berkreasi dan interaksi bagi anak dan remaja khususnya, serta masyarakat pada umumnya.”



Cibubur, 23 Januari 2010

Share
No images

© kampungbuku.org